Mengubah Utang Menjadi Kekayaan
Pak Hasan, kolega saya di Institut Kemandirian. Suatu
ketika ia menyampaikan ceramah singkat setelah shalat zuhur. Ceramahnya
tentang seorang pengusaha di Bandung. Suatu ketika, sang pengusaha
ditimpa bencana. Ia pun down dan frustasi. Bisnisnya hampir-hampir
hancur. Sang pengusaha lalu melakukan perjalanan dari mesjid ke
mesjid. Dari perjalanan inilah, ia memperoleh pola pikir
baru. Ia benar-benar tercerahkan.
Pencerahan yang ia alami adalah tentang shalat. Untuknya dulu, shalat
adalah aktivitas jeda di tengah kesibukan bekerja. Sekarang berubah
menjadi: ”Kerja adalah aktivitas selingan untuk menunggu shalat”.
Perubahan yang dilakukan sang pengusaha ini ternyata berhasil membuat bisnisnya
meningkat lagi. Ia bahkan merubah sistem bisnisnya sesuai prinsip baru
tersebut. Bisnisnya bisa kembali maju seperti semula.
Itulah isi ringkas dari ceramah Pak Hasan. Cerita tentang sang pengusaha
itu menyentak hati saya. Saya dan semua jamaah shalat zuhur langsung
berniat dan bertekad untuk juga membuat perubahan yang sama.
Nah saudara, itulah hebatnya pikiran. Ia menjadi awal dari tindakan yang
bisa membuat perubahan menuju pada kesuksesan. Karenanya, gunakanlah
pikiran anda untuk mendukung anda, bukan untuk mensabotase kesuksesan diri anda
sendiri.
Dalam kaitannya dengan topik: ”Kaya dari berutang”, maka diperlukan beberapa
pola pikir yang yang mendasarinya. Dengan pola pikir ini, maka kondisi
kaya dari utang menjadi mungkin.
Penolakan pada pola pikir ini akan menjauhkan anda menggunakan utang sebagai
alat menuju kaya. Anda akan menghindari utang.
Langkah-langkah yang diterangkan berikutnya mungkin menjadi tak berarti.
Itulah sebabnya, kenapa bagian ini menjadi bagian mendasar yang sangat penting.
Bagian kaya sejati memberikan gambaran pada anda tentang tujuan yang ingin
diraih. Dari sana lah semuanya berasal. Setelah tujuan jelas, maka
anda harus mempersiapkan diri. Inilah fungsinya bagian menjadi
achiever. Dengan menjadi achiever berarti anda telah siap untuk melangkah
menuju tujuan kaya sejati. Nah, sekarang saatnya anda memilih alat.
Apakah anda mau gunakan mobil, motor, sepeda, kereta, pesawat terbang, kapal
laut, atau hanya jalan kaki?
Naik pesawat terbang bisa lebih cepat menghantar anda ke tujuan. Tapi
bila anda belum terbiasa menggunakan pesawat terbang, tentu tidak mudah
juga. Apalagi bila di benak anda tersimpan file-file buruk tentang
pesawat terbang. Misalnya tiketnya mahal, bahaya karena pesawat terbang
bisa jatuh, ada tetangga yang meninggal karena kecelakan pesawat terbang, dan
sebagainya.
Nah, untuk memutuskan menggunakan pesawat terbang, anda tentu saja harus
mengganti file-file buruk di benak anda itu. Ganti lah file buruk itu
dengan file baik. Misalnya, menggunakan pesawat terbang itu lebih nyaman,
cepat, relatif aman dibanding yang alat transportasi lain, lebih bergengsi,
terjamin asuransi, dan sebagainya.
Sama juga dengan utang. Untuk menggunakan utang sebagai alat meraih
kualitas kaya sejati, maka anda harus mengganti file buruk di benak anda
tentang untang dengan file baik. Dengannya, anda akan semangat
melakukannya. Berbagai rintangan, hambatan dan masalah yang kemudian
terjadi akan anda hadapi dengan lapang dada, kreatif dan fokus.
Lalu, apa saja file-file baik yang harus mengganti file-file buruk di benak
anda. Bila menyangkut utang, maka ada lima file baik yang anda butuhkan
bila anda ingin menggunakan utang. Berikut kelima file baik tersebut.
1. Utang itu Baik-baik Saja.
Berutang adalah hal yang baik-baik saja. Utang itu tidak buruk. Ia
tergantung kepada orangnya. Utang bisa buruk di tangan orang yang lemah
dan salah. Tapi utang bisa baik dan memperbaiki di tangan orang yang kuat
dan benar. Itulah sebabnya, bila anda mau kaya dari utang, anda harus
mempunyai kualitas achiever. Para achiever adalah orang-orang yang kuat
dan teguh memegang kebenaran.
Suatu ketika, saya baca buku Pak Quraish Shihab. Judulnya Lentera
Hati. Salah satu bab dalam buku itu menerangkan adanya kesamaan antara
agama (dalam bahasa Arab istilahnya : Din) dengan utang (dalam bahasa Arab
istilahnya: dain).
Akar kata agama dan utang ternyata sama. Pak Quraish menyimpulkan bahwa
bila anda beragama dengan benar, maka hal itu sama saja seperti anda membayar
utang pada Allah SWT. Apakah anda merasa berutang pada Allah karena telah
memberikan banyak nikmat untuk anda?
Terus terang saja, uraian Pak Quraish mengagetkan saya. Hal itu adalah
pencerahan baru untuk saya. Salah satu motivasi saya menulis buku ini
adalah uraian tersebut. Selama ini di benak saya pun tersimpan file:
”Utang itu buruk”. Dengan begitu saya berusaha sekuat tenaga menghindarinya.
Sekarang, file itu telah berganti menjadi: ”Utang itu baik-baik saja”.
Dengan yakin bahwa utang adalah hal yang baik-baik saja, maka anda sedang
membuka pintu peluang menggunakan utang dengan sebuah rencana yang baik.
Iya, kan? Mungkinkah anda membuat rencana yang baik akan sesuatu yang
menurut anda buruk? Bagi anda yang masih manusia normal, nggak mungkin,
kan?
Misalnya korupsi. Korupsi adalah sesuatu yang buruk. Apakah ada
orang yang merencanakan korupsi dengan sangat baik sehingga tidak pernah
terungkap? Banyak. Siapa mereka? Tentu saja mereka
orang-orang yang jahat. Hanya orang jahat yang merencanakan keburukan
dengan sangat baik dan rapi. Pernahkah anda korupsi? Bila pernah,
bertaubatlah segera.
2. Utang adalah Alat Yang Hebat.
Pernahkah anda mendengar istilah BODOL? Istilah ini kepanjangannya adalah
Berani Optimis Duit Orang Lain. Istilah BODOL sering dilekatkan pada
orang yang mau wirausaha tetapi nggak punya modal. Modal mereka adalah
keberanian dan optimismenya saja.
Banyak orang yang sukses dengan prinsip BODOL ini. Tentu, pada prakteknya
bukan hanya berani dan optimis saja modalnya, tapi juga didukung hal-hal lain,
seperti kompetensi, komunikasi yang bagus, relasi yang banyak dan sebagainya.
Prinsip BODOL membuktikan bahwa utang adalah salah satu alat yang hebat.
Nah, di dunia ini banyak alat hebat yang bisa membantu anda meraih
sukses. Kita mengenal bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Alfa
Edison. Setelah melalui 10.000 kali kegagalan, Pak Edison berhasil ’menerangi’
dunia ini. Bola lampu membuat revolusi di dunia. Ia alat yang
hebat.
Bola lampu adalah salah satu contoh. Contoh lain ada mesin cetak, motor,
mobil, telepon, pesawat terbang, kapal laut, mikroskop, energi atom, lensa,
komputer, internet dan sebagainya. Semua alat-alat ini membuat hidup
manusia lebih mudah dan lebih nyaman.
Tapi itu semua hanya alat. Manusia di belakang alat itu lah yang
menentukan apakah alat hebat itu bisa membangun atau menghancurkan.
Pesawat terbang contohnya. Dengan pesawat terbang, anda bisa berpindah
tempat di bumi ini dengan cepat, dibanding alat-alat lain. Ketika pesawat
terbang digunakan untuk transportasi massal, maka ia bermanfaat besar.
Tapi ketika pesawat terbang digunakan untuk mesin perang, maka kehancuran yang
terjadi. Pada perang dunia pertama dan kedua, pesawat terbang berperan
sangat besar untuk menghancurkan lawan. Bom atom yang diledakkan Amerika
di Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada 1945, diangkut menggunakan pesawat
terbang. Akibat bom atom itu, terjadi perusakan luar biasa di Jepang.
Sama juga dengan internet misalnya. Dengan alat ini, anda bisa
berkomunikasi dengan lebih murah, cepat dan mudah. Tapi, internet juga
bisa sangat merusak ketika banyak virus ’dilepas’ ke jaringan. Banyak
komputer yang rusak, data hilang, dan sebagainya. Atau ketika internet
itu dipenuhi situs-situs porno. Wah, dia benar-benar buruk dan merusak.
Demikian pula halnya dengan utang. Utang adalah akses keuangan yang
cepat. Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan
lebih cepat. Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.
Misalnya anda seorang karyawan yang ingin berbisnis kecil-kecilan.
Modalnya Rp. 5 juta. Anda sebenarnya bisa menabung dari gaji anda sebesar
Rp. 500 ribu per bulan. Nah, dengan menabung berarti anda harus menunggu
sampai 10 bulan dulu agar uang Rp. 5 juta itu ada di tangan anda.
Bagaimana dengan utang? Dibutuhkan berapa lama untuk mendapatkan Rp. 5
juta? Mungkin tidak sampai satu bulan. Anda bisa menghubungi
lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan modal tersebut. Setiap bulan
anda bayar utang itu dengan mencicil. Nah, karena uang Rp. 5 juta
itu digunakan untuk bisnis, maka anda bisa mencicil utang itu bukan dari gaji
anda, tapi dari hasil bisnis anda.
Anda mungkin bertanya: ”Oke lah utang itu lebih cepat, tapi resikonya kan juga
lebih besar?” Yap, anda relatif benar. Mengapa relatif benar?
Karena utang itu akan menimbulkan resiko besar, bila anda tidak siap.
Tapi, bila anda siap, resiko itu jadi mengecil.
Berbisnis dengan modal dari utang akan beresiko besar bila anda belum tahu
apa-apa tentang bisnis itu. Atau anda percayakan saja bisnis itu ke orang
lain yang juga belum berpengalaman. Atau anda berbisnis di bidang yang
sudah ditinggalkan orang lain. Atau lagi, anda berbisnis di bidang yang
melawan pesaing yang sudah besar.
Tapi, resiko bisnis itu menjadi mengecil bila anda sudah berpengalaman di
bisnis itu atau bekerja sama dengan orang yang sudah berpengalaman. Modal
bisnisnya bukan semua dari anda, tapi ada juga dari orang lain. Atau anda
membeli waralaba bisnis yang sudah terbukti kehandalan sistemnya. Nah,
banyak kan cara untuk mengecilkan resiko bisnis. Bila demikian yang anda
lakukan, maka anda berutang pun untuk dapat modal bisnis, kemungkinan anda untuk
sukses menjadi lebih besar.
3. Utang adalah Salah Satu Sumber Kekayaan.
Siapa orang paling kaya yang anda tahu di Indonesia ini? Darimana beliau
(orang kaya tersebut) memperoleh kekayaannya? Kerja keras?
Pasti. Orangnya jujur terpercaya? Pasti. Beliau sangat
kompeten? Pasti juga.
Hal-hal yang disebutkan di atas adalah fondasi bagi siapapun untuk meraih
kekayaan. Tapi, apakah semua orang kaya itu benar-benar kaya? Belum
tentu. Ada banyak orang kaya yang tidak benar-benar kaya. Kekayaannya
bisa saja banyak, tapi cenderung tetap. Pertambahannya kecil.
Nah saudara, anda boleh percaya boleh tidak. Orang-orang yang benar-benar
kaya adalah orang-orang yang mempunyai fondasi kekayaan tersebut, dan mereka
menggunakan utang sebagai salah satu sumber kekayaannya. Orang kaya yang
tidak menggunakan utang, maka kekayaannya sangat mungkin terbatas. Tapi
orang kaya yang juga menggunakan utang, maka kekayaannya bisa bertambah dengan
cepat.
Kenapa?
Karena ketika anda hanya mengandalkan kemampuan uang anda sendiri, maka anda
akan terbentur oleh keterbatasan uang anda. Tapi, ketika anda menggunakan
utang, maka batas jumlah uang anda itu menjadi tidak ada. Bila anda
berbisnis, maka modal anda bisa dikatakan tidak berbatas bila menggunakan
utang. Hasilnya? Ya,... juga tidak berbatas.
Inilah kunci orang-orang yang benar-benar kaya. Mereka gunakan utang
sebagai alat meraih kekayaan. Mereka atasi ketakutan akan utang itu
dengan perhitungan yang akurat dan kemampuan yang terasah. Mereka berani
mencobanya. Pada kenyataannya, mereka juga gagal koq menggunakan alat
ini. Tapi kegagalan itu lah yang justru menajamkan perhitungan mereka dan
membesarkan keberanian mereka. Keseimbangan antara kebesaran keberanian
dan ketajaman perhitungan akan utang ini lah yang membuka pintu kekayaan luar
biasa.
Apakah anda sudah siap untuk jadi orang yang benar-benar kaya? Gunakan
uang anda untuk itu. Dan gunakan juga utang!
4. Utang, Dekatilah...
Saudara, anda sudah tahu sekarang tiga file baik tentang utang. Utang
itu baik-baik saja, alat yang hebat dan sumber kekayaan. Karena itu,
dekati lah utang saudara.
Anda, saya yakin, senang berdekatan dengan hal-hal atau orang-orang yang baik
dan hebat, kan? Nah, tiga file baik sebelumnya telah membuktikan bahwa utang
memenuhi kriteria baik dan hebat ini, kan? Karena itu, mulailah
dekati utang.
Pada prakteknya, mulailah tidak alergi dengan lembaga-lembaga keuangan seperti
bank. Bahkan, bukan hanya tidak alergi, tapi anda mulai senang dengan
fungsi bank yang lain, yaitu memberi utang. Inilah sebenarnya fungsi bank
yang lebih hebat dari memberikan keamanan pada uang anda yang anda simpan
disana. Bank adalah sumber uang. Utang adalah jalannya.
Pada bab-bab berikutnya, anda akan dipandu untuk menggunakan kekuatan bank
dalam memberikan utang ini untuk kesuksesan anda. Bukan hanya kesuksesan
bank semata.
Pada prakteknya lagi, ternyata sumber utang itu bukan hanya bank, tapi juga
orang-orang di sekitar anda. Orang-orang di sekitar anda kan punya uang,
sedikit atau sebanyak apapun. Nah, itu berarti anda bisa gunakan uang
tersebut melalui jalan sah dan halal yang namanya utang.
Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang di sekitar anda sebenarnya sangat
senang bisa memberi utang pada anda. Toh, anda teman mereka. Mereka
tahu anda orang baik. Tentu, asal tujuan dan cara anda berutang adalah
benar dan baik. Iya, kan?
5. Utang Harus Dikembalikan.
Ini pola pikir tentang utang yang sangat penting. Tanpa pola pikir ini,
sebaiknya anda jangan pernah berutang. Bukannya kekayaan dan kesuksesan
yang akan anda raih, tapi justru kecelakaan dan mungkin penjara. Itu bila
anda berutang.
Bagaimana bila orang lain yang berutang?
Sama saja. Utang itu pun harus dikembalikan pada anda. Jadi, baik
anda yang berutang atau orang lain yang berutang pada anda, maka utang itu
harus dikembalikan. Inilah pola pikir dan prinsip sangat penting bila
anda ingin kaya dari utang. Utang itu harus dikembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru tidak ditagih oleh yang punya uang? Sama
saja. Anda harus kembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru dihadiahkan oleh yang punya uang? Saran
saya: Tolak. Jangan mau. Katakan terima kasih padanya, lalu
tolak. Anda mampu mengembalikan utang itu koq. Kenapa harus
dihadiahkan? Dengan menolak, anda tetap mempertahankan nilai baik di mata
semua orang. Tentu saja, dalam kasus ini, anda harus juga melihat kondisi
anda. Bila kondisi anda memang sedang sangat susah, maka tidak apa-apa
juga anda menerima hadiah itu. Tapi tetap dengan satu syarat. Bila
anda lalu memiliki kemampuan, maka anda akan juga menghadiahi orang
tersebut. Tidak mesti dalam bentuk uang. Bisa dalam bentuk hadiah
barang. Dengan begitu, anda dan dia sudah sama-sama berbuat baik.
Bagaimana bila orang lain yang berutang pada anda. Lihatlah
kemampuannya. Bila ia berada dalam keadaan susah, maka silakan
menghadiahkan utang tersebut padanya. Semuanya atau sebagian. Dan
yakinlah, tindakan anda tersebut adalah perbuatan mulia dan akan dibalas dengan
balasan yang lebih baik lagi.
Terus terang saja, kalau tentang utang, banyak orang yang pola pikirnya justru
berbeda. ”Pengennya dapat utang, tapi nggak mau atau malas
mengembalikan”. Wah, dengan pola pikir begini, anda tidak akan pernah
kaya dari utang.
Alasan penting kenapa utang harus dikembalikan adalah kepercayaan. Bila
anda tidak atau telat mengembalikan utang, maka kepercayaan orang lain pada
anda akan menurun dan akhirnya rusak. Ini kondisi yang sangat buruk. Bila
orang-orang lain sudah tidak percaya pada anda, maka jalan anda menuju sukses
makin kecil, terjal dan lebih banyak rintangannya. Awal dari kesuksesan
anda adalah kepercayaan orang lain pada anda.
Sayangnya, banyak orang yang sudah ’gila’. Mereka menukar kepercayaan
dengan uang. Sayang sekali. Padahal bila kepercayaan sudah ternoda,
uang sebanyak apapun akan susah menggantinya.
Tekanan hidup di jaman sekarang ternyata bisa membuat orang menjadi
’gila’. Uang telah menjadi hal yang sangat penting. Sampai bisa
lebih penting dari kepercayaan, keluarga, agama, gelar, ilmu, rasa malu,
nilai-nilai luhur kemanusiaan dan sebagainya. Bila sudah begini, para
orang ’gila’ ini bisa melakukan apa saja demi uang. Meski dengan resiko
yang luar biasa besarnya.
Banyak kasus tentang utang di Indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran.
Ada pengusaha pertanian yang membuat program investasi yang nggak rasional.
Bisa memberikan keuntungan sampai 30% per bulan dari modal.
Pada bulan-bulan pertama program itu berjalan lancar. Para investor
benar-benar mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal yang
ditanamnya. Mereka pun berinvestasi lagi. Terus begitu.
Sampai pada akhirnya, bisnis pertanian itu pun terbuka topengnya.
Ternyata, bisnis itu hanya omong kosong. Lahan pertanian yang dikelola
tidak seluas yang dipromosikan. Jelas hasilnya pun tidak memadai
dibanding investasi yang didapat.
Keuntungan 30% dari modal dibayarkan dari dana investasi yang baru.
Seperti gali lobang tutup lobang. Hanya saja lobang yang digali makin
besar dari bulan ke bulan. Dan terbongkarlah topeng itu. Masyarakat
tahu kebohongan bisnis itu. Dana investasi itu jadi utang yang harus
dikembalikan. Ketika kemampuan bayarnya tidak ada, sang pemilik bisnis
pertanian fiktif itu pun jadi buronan. Lalu diproses pengadilan dan
menginaplah ia di hotel prodeo. Masyarakat yang kena tipu ternyata banyak
sekali. Koq bisa ya?
Saudara, itulah lima pola pikir tentang utang yang bisa membuat anda menjadi
kaya. Gantilah file-file buruk tentang utang di benak anda dengan lima
file baik tersebut. Bila ini sudah anda lakukan, berarti anda sudah siap
menggunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Langkah selanjutnya, anda
harus mengetahui dan menguasai keterampilan mengelola utang ini.